Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Mengaji Menulis

Ternyata menulis itu menyenangkan setidaknya itulah yang aku alami. Meliuk-liuk, melompat, berceloteh dalam tarian kalimat seperti lumba-lumba yang tertawa bersama lajunya kapal pelaut. Penulis itu tak ubahnya pelukis. Pelukis yang mengabadikan materi ke dalam sebuah sketsa. Pelukis yang mengabadikan imajinasi ke dalam kanvas. Seorang penulis akan mengabadikan materi ke dalam jurnal dan mengabadikan imajinasi ke dalam novel. Mengaji menulis merupakan metafora dari proses mengaji dalam tradisi ke bentuk obyek kegiatan menulis. Kegiatan mengaji dilakukan dengan membaca berulang-ulang Al-Quran. Terkadang dilakukan bersama-sama dengan harapan dapat membaca sesuai dengan kaidah-kaidahnya. Begitulah ilustrasi dari Mengaji Menulis diartikan. Sekarang saatnya aku isi hari-hari dengan menulis dan berbagi. Sempurna!!!

Mimpi-mimpi dan Impian-impian

Waktu demi waktu terus mempesonaku. Memberi mimpi-mimpi menjadi nyata, menunda mimpi-mimpi menjadi harapan. Membangun impian-impian, menggapainya, mengubahnya, dan meratapinya. Banyak mimpi yang menjadi impian dan impian yang menjadi mimpi, menjadi nyata hanya merupakan cerita lain transformasi mimpi dan impian. Cerita ini hanya tentang mimpi dimana keinginan tidak akan pernah bertemu dengan usaha, dimana mewujudkannya hanya dapat terjadi atas keajaiban yang diberikan sang kuasa. Cerita ini hanya tentang impian dimana harapan bertemu dengan kegigihan, dimana kemauan memberikan kekuatan untuk melangkah jauh dimulai dari selangkah demi selangkah. Dan cerita ini juga tentang kegagalan. Kegagalan yang direncanakan atau karena ketidakmampuan; atau karena tatanan takdir. Mengendarai motor dengan mesin kapasitas besar dibalut dengan topeng ala "street fighter" setiap hari adalah satu dari mimpiku. Menulis buku tentang manajemen proyek dan manajemen kampanye atau mengel...

Semut Hitam terbang dengan sayapnya sendiri

Semut Hitam adalah nama samaran adikku tersayang di dunia online. Kerinduan padanya mendorongku untuk menulis blog ini sebagai penghargaan atas ketulusan dan kepolosannya dalam mewarnai hidupku menjadi begitu indah seperti pelangi diantara lembah yang diapit gunung-gunung dalam pelukan awan putih yang tengah berjemur di musim panas. Kuingin mengucapkan banyak terima kasih dalam setiap perjumpaan yang sangat jarang walaupun dengan segala kemudahan dunia online tapi entah mengapa kami juga tidak dapat bertemu. Aku tak tahu kenapa begitu susah mengalahkan egoku untuk dapat memulai bertemu lebih dahulu. Apakah karena aku merasa lebih superior? Entahlah tapi aku tahu itu merupakan kesalahan besar yang selalu aku lakukan. Dalam hati aku pun sadar bahwa ucapan terima kasih tidak akan pernah mampu menggambarkan betapa besar jasanya dalam menempa diriku menjadi manusia utuh. Pada akhirnya semoga adikku tersayang yang dulu selalu menjadikan aku sebagai sumber aspirasi da...