Semut Hitam terbang dengan sayapnya sendiri
Semut Hitam adalah nama samaran adikku tersayang di dunia online.
Kerinduan padanya mendorongku untuk menulis blog ini sebagai penghargaan atas ketulusan dan kepolosannya dalam mewarnai hidupku menjadi begitu indah seperti pelangi diantara lembah yang diapit gunung-gunung dalam pelukan awan putih yang tengah berjemur di musim panas.
Kuingin mengucapkan banyak terima kasih dalam setiap perjumpaan yang sangat jarang walaupun dengan segala kemudahan dunia online tapi entah mengapa kami juga tidak dapat bertemu.
Aku tak tahu kenapa begitu susah mengalahkan egoku untuk dapat memulai bertemu lebih dahulu. Apakah karena aku merasa lebih superior? Entahlah tapi aku tahu itu merupakan kesalahan besar yang selalu aku lakukan.
Dalam hati aku pun sadar bahwa ucapan terima kasih tidak akan pernah mampu menggambarkan betapa besar jasanya dalam menempa diriku menjadi manusia utuh.
Pada akhirnya semoga adikku tersayang yang dulu selalu menjadikan aku sebagai sumber aspirasi dapat menemukan seorang yang lebih baik dari hanya seorang kakak gagal yang telah mengecewakan harapan-harapan adiknya.
Adikku adalah aspirasiku. Aku akan selalu siap untuk ada dan berkorban untuk melihat dia terbang dengan sayap di biru langit memandang gunung dan lembah bersama awan-awan.
Komentar
Posting Komentar