Mengaji Menulis



Ternyata menulis itu menyenangkan setidaknya itulah yang aku alami. Meliuk-liuk, melompat, berceloteh dalam tarian kalimat seperti lumba-lumba yang tertawa bersama lajunya kapal pelaut.

Penulis itu tak ubahnya pelukis. Pelukis yang mengabadikan materi ke dalam sebuah sketsa. Pelukis yang mengabadikan imajinasi ke dalam kanvas. Seorang penulis akan mengabadikan materi ke dalam jurnal dan mengabadikan imajinasi ke dalam novel.

Mengaji menulis merupakan metafora dari proses mengaji dalam tradisi ke bentuk obyek kegiatan menulis.

Kegiatan mengaji dilakukan dengan membaca berulang-ulang Al-Quran. Terkadang dilakukan bersama-sama dengan harapan dapat membaca sesuai dengan kaidah-kaidahnya. Begitulah ilustrasi dari Mengaji Menulis diartikan.

Sekarang saatnya aku isi hari-hari dengan menulis dan berbagi. Sempurna!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimpi-mimpi dan Impian-impian